Tanggal 25 Oktober.. persisnya senin kemarin..
Aku mengungkapkan perasaan pada seorang laki-laki yang aku sayangi diam-diam..
Dia tidak lain adalah temanku sendiri.
Siang itu sebenarnya aku tak ada rencana untuk mengatakan semua tentang perasaanku padanya.
Tetapi perasaan "ingin" itu muncul begitu saja ketika melihat sms yang ada di inboxnya.
Ada beberapa sms dari seorang perempuan yang (pernah) menaruh hati padanya sama sepertiku.
Tiba-tiba ada hawa panas menusuk perasaan serta logikaku.. aku tak suka.. tak suka melihat sms dari perempuan itu.
Tanpa sadar aku tersenyum-senyum sendiri.. entah kenapa.. yang pasti aku sedang kesal.
Dia melihatku tersenyum tidak jelas langsung menyambar handphonenya dan segera ia tau bahwa aku sedang mengintip hal yang mungkin jadi privacy baginya.
Awalnya dia memang hanya tertawa karena merasa ketauan, tapi sesaat sesudah itu dia menjadi agak dingin.
Tentu saja aku tanya apa dia marah.. dia jawab tidak.. aku ragu..
Aku berbalik memutar badanku ke arah depan.. berpura-pura memainkan handphoneku tetapi hati berkecamuk..
Ku coba mengosongkan pikiran sejenak, lalu memutar arah dudukku ke belakang menjadi menghadapnya.
Kulihat dia sedang asyik mendengarkan lagu bersama temannya yang juga adalah temanku dengan menggunakan headset satu berdua..
Kuminta dia melepaskan headsetnya dan memberikannya pada temanku.. aku ingin dia mendengarkan apa yang akan aku katakan..
Sejenak aku terdiam, kulihat dia memandangiku.. aku tau apa yang tertulis di matanya.. dia sudah menduga-duga apa yang akan aku katakan..
Ku tunda semua rasa berdebar hingga saatnya nanti..
Aku mulai dengan kata-kata kiasan.. aku mengatakan bahwa aku tak ingin menjadi pengecut dengan mengatakan hal ini di sms..
Terdiam mulutku sejenak..
Aku pun berkata lagi bahwa aku menyukainya, perasaan ini sudah ku simpan lama.. Aku menyukai segala kebaikannya.. tutur katanya yang halus dan sopan terhadap lawan jenis.
Ku pandangi wajahnya yang kebingungan harus berkata apa dan berbuat apa..
Ku lanjutkan dengan berkata bahwa aku mencoba untuk biasa saja dan tidak berusaha untuk mencari perhatian.. Akupun siap jika dia memang akan menjauhiku setelah ini..
Senyumnya mulai mengembang.. Ah.. inilah yang aku kagumi selama ini..
Senyumnya begitu indah.. bagaikan seni yang tak terjamah oleh tangan para seniman sekalipun..
Senyum paling sempurna yang pernah ku lihat.
Lalu perlahan ia berkata bahwa semua perasaan ini adalah hakku, dia juga berkata bahwa ia tidak akan menjauhi.
Sebenarnya aku tak mengharapkan jawaban seperti itu, tapi aku juga tak tau jawaban seperti apa yang aku harapkan...
Sesaat setelah dia berhenti bicara.. aku merasakan jiwa kesadaranku masuk kembali..apakah aku tadi tidak sadar? aku tak yakin..
Wajahku pucat, hati berdebar.. sangat berdebar.. Tanganku mendingin..
Aku malu.. aku merasa bodoh telah mengucapkan hal yang harusnya menjadi rahasiaku saja..
Langsung aku memutar badanku kembali ke depan dan menelungkupkan wajahku diatas tanganku di meja.. rasanya aku ingin menangis.. aku malu.. sangat malu..
Bodohnya aku.. dia itu temanku.. teman baikku.. aku tak ingin kehilangan..
Penghujatan terhadap diriku sendiri terhenti oleh beberapa kata darinya..
Dia berkata bahwa it's okay.. tidak menjadi masalah..
Tapi itu tak juga menenangkan hatiku..
Sepanjang siang itu di sekolah.. hingga bel sekolah memekik memaksa untuk meninggalkan sekolah.. aku tak kunjung bicara dengannya..
Tak kuasa aku menahan debaran ini.. tak kuasa juga aku menatap matanya..
Aku agak lemas.. mungkin bukan agak tapi sangat..
Teman dekatku ada yang ingin bertamu ke rumahku dengan tujuan ingin melihat PR Bahasa Inggris.
Tak kunjung reda juga debaran hati ini sedari tadi siang..
Di tengah debaran yang tak berunjung, handphoneku berbunyi..
Tak disangka, orang yang kusukai tadi mengirimku sms yang mengatakan bahwa dia tak ingin aku menjadi diam karena peristiwa tadi siang..
Aku jawab dengan jujur, aku malu.. tetapi tetap dijawab tidak apa-apa olehnya..
Seakan dia terus menghiburku..
Ajaib.
Aku kembali tenang..
Bahkan disaat seperti inipun dia masih baik terhadapku..
Aku tau mungkin dia tidak memiliki perasaan sepertiku.. tetapi dia menghargai..
Itulah dimana terlihat kedewasaan dia menempatkan diri dalam keadaan..
Dia tak tampan, tak juga fanatik.
Tetapi dia sangat manis.. ditambah dengan seni yang selalu terlukis dibibirnya..
Malam ini, aku menulis tentangnya dengan tersenyum..
Akupun ingin mempunyai senyuman seindah senyumnya..
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again my love
Over seas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again

